Tokoh Oftalmologi Dari Masa Ke Masa


Hermann Ludwig Ferdinand von Helmholtz (1821–1894), dokter dan ahli ilmu fisika Jerman. Dia membuka era modern dalam bidang mata dengan penemuan ophthalmoscope pada tahun 1850, yang merupakan revolusi perkembangan oftalmologi. Sebelum penemuan tersebut, tidak mungkin dilakukan visualisasi polus posterior mata pada makhluk hidup. Selanjutnya ophthalmoscope menjadi model bagi seluruh bentuk endoscopy. Maklumat publik pertama kali pada pertemuan Society for Scientific Medicine of Königsberg tahun 1851. Helmholtz menyebut instrumen tersebut Augenspiegel (eye mirror). Kata “ophthalmoscope” diperkenalkan oleh Maressal de Marsilly tahun1852. Ini merupakan modifikasi dari kata yang lebih awal, ophthalmoscopy, yaitu istilah umum untuk pemeriksaan mata. Perkembangan lebih jauh, indirect ophthalmoscopy, ditemukan oleh Ruete pada tahun 1852.

Douglas Moray Cooper Lamb Argyll Robertson (1837–1909), oftalmologis Skotlandia. Argyll Robertson meneteskan ekstrak calabar bean ke dalam matanya sendiri dan membuat deduksi bahwa physostigmine membuat kontraksi pupil. Dia memprediksikan bahwa hal tersebut akan menjadi “sebuah agen yang akan segera menempati peringkat yang sangat berharga dalam ophthalmic pharmacopoeia”.

Julius Hirschberg (1843–1925), oftalmologis Jerman. Tahun 1875 menciptakan istilah “campimetry” untuk pengukuran lapang pandangan pada permukaan datar (tangent screen test). Merupakan orang yang pertama kali menggunakan elektromagnet untuk mengeluarkan benda asing logam dari mata pada tahun 1879. Tahun 1886 mengembangkan Hirschberg test untuk mengukur strabismus.

Hjalmar August Schiøtz (1850–1927), oftalmologis Norwegia. Schiøtz merupakan profesor oftalmologi pertama di Norwegia. Saat di Paris, dia menciptakan keratometer bersama dengan Dr. Louis Émile Javal, yang dikenal sebagai Javal-Schiøtz ophthalmometer (yaitu instrumen optik yang digunakan untuk mengukur kurvatura permukaan kornea anterior).Alat ini dipertunjukkan di International Medical Congress, London, pada tahun 1881. Tahun 1905 Schiøtz menciptakan “Schiøtz tonometer”, yaitu tonometer indentasi untuk mengukur tekanan intraokuler.

Wilhelm Uhthoff (1853–1927), oftalmologis Jerman. Pada tahun 1890 menguraikan kondisi kehilangan penglihatan temporer berhubungan dengan latihan fisik, dan berkaitan dengan neuritis optik (dikenal sebagai Uhthoff’s phenomenon), dan kemudian ditemukan bahwa disebabkan oleh peningkatan temperatur tubuh.

Anton Elschnig (1863–1939), oftalmologis Austria. Dia terkenal terbaik dalam melakukan transplantasi kornea pada masa-masa awal keratoplasti. Beberapa istilah eponim dalam bidang mata diberi nama sesuai dirinya, diantaranya : Elschnig’s conjunctivitis, Elschnig’s pearls, Elschnig’s spots.

Eduard Konrad Zirm (1863–1944) adalah oftalmologis yang pertama kali sukses melakukan transplantasi kornea pada tahun 1905.

Karl Theodor Paul Polykarpus Axenfeld (1867–1930), oftalmologis Jerman. Axenfeld mempunyai ketertarikan khusus pada infeksi bakterial mata. Tahun 1909 dianugerahi the Graefe Medal oleh German Ophthalmological Society untuk risetnya mengenai sympathetic ophthalmia. Beberapa istilah eponim dalam bidang mata diberi nama sesuai dirinya, diantaranya : Axenfeld’s conjunctivitisoraxella lacunata, Axenfeld’s nerve loop, Axenfeld syndrome.

Marc Amsler (1891–1968), oftalmologis Switzerland. Dia dikenal  karena Amsler grid test, suatu uji untuk mengetahui fungsi makula, sehingga degenerasi makula dapat diidentifikasi. Dia juga memberikan kontribusi pada kemajuan pemahaman tentang uveitis.

Sir Harold Lloyd Ridley (1906–2001), oftalmologis Inggris. Orang yang pertama kali mengimplantasikan lensa intraokuler untuk pasien katarak pada tahun 1950 di RS St. Thomas, London, Inggris.

Charles D. Kelman (1930–2004), oftalmologis Amerika. Tahun 1967 memperkenalkan teknik tentang penggunaan gelombang ultrasonik untuk mengemulsifikasi nukleus lensa mata untuk mengeluarkan katarak tanpa insisi lebar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: