Sindroma (kumpulan gejala klinis) Yang Berkaitan Dengan Bidang Oftalmologi

Sindroma Marfan adalah kelainan genetik jaringan konektif. Patogenesisnya adalah mutasi gen FBN1 pada kromosom 15, yang mengkode glikoprotein fibrillin-1, yang merupakan komponen matriks ekstraseluler. Fibrillin 1 esensial untuk pembentukan matriks ekstraseluler yang baik meliputi biogenesis dan pemeliharaan serat-serat elastik. Matriks ekstraseluler is penting untuk integritas struktur jaringan konektif dan sebagai reservoir untuk faktor-faktor pertumbuhan. Kelainan ini bisa mengenai sistem skeletal (kerangka), mata, sistem kardiovaskuler, paru, dan sistem saraf pusat. Pada mata dapat terjadi subluksasi lensa satu atau kedua mata (biasanya superotemporal, 80% kasus), retinal detachment, astigmatisme, glaukoma. Sistem skeletal terjadi skoliosis, arachnodactyly, fleksibilitas sendi abnormal. Sistem kardiovaskuler terjadi prolaps katup mitral, regurgitasi aorta. Pada paru, sindroma ini berkaitan dengan sleep apnea dan merupakan faktor resiko terjadi pneumothorax spontan. Pada sistem saraf pusat dapat terjadi dural ectasia.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.